| Efek | Deskripsi |
|---|---|
| 0–0,9 | Latihan ini belum cukup intensif dan tidak memberikan efek latihan aerobik yang berarti. |
| 1,0–1,9 | Latihan ini memberikan efek latihan aerobik dasar dan bermanfaat bagi kesehatan. |
| 2,0–2,9 | Latihan ini membantu mempertahankan kebugaran aerobik serta baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru. Latihan ini juga menjadi dasar untuk melakukan latihan dengan intensitas yang lebih tinggi. |
| 3,0–3,9 | Latihan ini meningkatkan kebugaran aerobik Anda. Melakukannya 2 hingga 4 kali seminggu dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiorespirasi Anda. Anda dapat mempertahankan olahraga harian Anda pada intensitas ini. |
| 4,0–4,9 | Latihan ini sangat meningkatkan kebugaran aerobik Anda dan dapat meningkatkan kapasitas jantung serta paru-paru. Namun, Anda perlu lebih memperhatikan pemulihan. |
| 5,0 | Latihan ini terlalu intensif dan hanya disarankan dilakukan sesekali karena berpotensi menimbulkan risiko. Harap berikan perhatian khusus pada pemulihan. |
| Efek | Deskripsi |
|---|---|
| 0–0,9 | Latihan ini tidak memberikan efek latihan anaerobik yang berarti. |
| 1,0–1,9 | Latihan ini memberikan efek latihan anaerobik dasar dan mulai memasuki fase pemulihan kapasitas anaerobik. |
| 2,0–2,9 | Latihan ini membantu mempertahankan kapasitas anaerobik serta menjaga kekuatan eksplosif dan ketahanan terhadap kelelahan. Latihan ini juga menjadi dasar untuk melakukan latihan dengan intensitas yang lebih tinggi. |
| 3,0–3,9 | Latihan ini meningkatkan kapasitas anaerobik serta dapat meningkatkan kekuatan eksplosif dan ketahanan terhadap kelelahan. Namun, Anda perlu lebih memperhatikan pemulihan. |
| 4,0–4,9 | Latihan ini sangat meningkatkan kapasitas anaerobik serta dapat secara signifikan meningkatkan kekuatan eksplosif dan ketahanan terhadap kelelahan. Namun, Anda perlu lebih memperhatikan pemulihan. |
| 5,0 | Latihan ini terlalu intensif dan hanya disarankan dilakukan sesekali karena berpotensi menimbulkan risiko. Harap berikan perhatian khusus pada pemulihan. |
Untuk meningkatkan performa olahraga dan kebugaran, intensitas beban latihan dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu aerobik intensitas rendah, aerobik intensitas tinggi, dan anaerobik. Latihan aerobik intensitas rendah merupakan dasar untuk meningkatkan performa lari jarak jauh serta membantu pemulihan dan menjaga keseimbangan setelah latihan berintensitas tinggi. Latihan aerobik intensitas tinggi membantu meningkatkan ambang laktat dan VO₂ maks. Latihan anaerobik membantu meningkatkan kecepatan dan kapasitas anaerobik. Namun, olahraga anaerobik yang berlebihan dapat meningkatkan risiko cedera sehingga perlu diimbangi dengan olahraga aerobik intensitas rendah. Latihan anaerobik membantu meningkatkan kecepatan dan kapasitas anaerobik. Namun, olahraga anaerobik yang berlebihan dapat meningkatkan risiko cedera sehingga perlu diimbangi dengan olahraga aerobik intensitas rendah.
Beban latihan jangka pendek: dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang beban olahraga selama 7 hari terakhir.
Beban latihan jangka panjang: dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang beban olahraga selama 28 hari terakhir.
Dengan membandingkan beban latihan jangka pendek dengan beban latihan jangka panjang, Anda dapat menentukan kapan harus melanjutkan latihan dan kapan harus beristirahat.
| Waktu Pemulihan | Saran Latihan |
|---|---|
| 0–18 jam | Anda dapat melakukan olahraga seperti biasa |
| 19–35 jam | Anda dapat melakukan latihan pemulihan |
| 36–53 jam | Relaks |
| ≥ 54 jam | Istirahat sekarang |