| Zona Denyut Jantung | Deskripsi |
|---|---|
<50% Zona tidak berolahraga | Biasanya dalam kondisi istirahat atau aktivitas ringan. Hampir tidak ada tujuan olahraga spesifik yang tercapai di zona ini. |
Pemanasan 50%-59% | Ideal untuk pemanasan ringan sebelum berolahraga. |
Pembakaran lemak 60%-69% | Ideal untuk pembakaran lemak ringan dan meningkatkan kebugaran secara umum. |
Aerobic endurance 70%-79% | Ideal untuk pembakaran lemak yang efektif serta meningkatkan kebugaran dan kapasitas paru-paru. |
Anaerobic endurance 80%-89% | Ideal untuk melatih kekuatan eksplosif dan ketahanan terhadap kelelahan, tetapi durasi latihan sebaiknya tidak terlalu lama. |
Extreme 90%-100% | Ideal untuk melatih kekuatan eksplosif. Batasi waktu yang Anda habiskan dalam zona ini karena risiko cedera sangat tinggi. |
| Zona Denyut Jantung | Deskripsi |
|---|---|
<59% Zona tidak berolahraga | Biasanya dalam kondisi istirahat atau aktivitas ringan. Hampir tidak ada tujuan olahraga spesifik yang tercapai di zona ini. |
Aerobik dasar 59%-73% | Zona aerobik dasar. Lari terasa ringan dan alami di zona ini, dan masih bisa berbicara santai. Latihan di zona ini memperkuat otot jantung, meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengalirkan dan menggunakan oksigen, serta meningkatkan daya tahan aerobik. |
Aerobik tingkat lanjut 73%-83% | Zona aerobik tingkat lanjut. Berlari di zona ini terasa cukup berat, napas lebih cepat, tapi belum terengah-engah, dan Anda masih bisa mempertahankan laju dalam waktu yang lama. Latihan di zona ini meningkatkan daya tahan aerobik dan membantu simulasi laju maraton. |
Ambang laktat 84%-87% | Rentang 84% hingga 87% menunjukkan zona ambang laktat. Berlari di zona ini terasa berat, tapi masih bisa dipertahankan, napas mulai terengah-engah, otot terasa pegal karena penumpukan laktat. Latihan dengan intensitas seperti ini meningkatkan ambang laktat, kemampuan pembuangan laktat, serta daya tahan aerobik. |
Anaerobik dasar 88%-94% | Zona anaerobik dasar. Berlari di zona ini sangat berat, napas terengah-engah, dan sulit berbicara setelah selesai akibat kehabisan napas. Biasanya sesi ini dilatih dengan metode interval. Latihan dengan intensitas seperti ini meningkatkan toleransi laktat dan daya tahan anaerobik. |
Anaerobik tingkat lanjut 95%-100% | Zona anaerobik tingkat lanjut. Berlari di zona ini terasa sangat berat dan sulit dipertahankan hingga akhir sesi olahraga. Biasanya dilakukan dengan interval intensitas tinggi dan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Latihan ini meningkatkan kapasitas anaerobik dan kecepatan. |
| Zona Denyut Jantung | Deskripsi |
|---|---|
<66% Zona tidak berolahraga | Biasanya dalam kondisi istirahat atau aktivitas ringan. Hampir tidak ada tujuan olahraga spesifik yang tercapai di zona ini. |
Pemanasan 66%-79% | Berlari pada intensitas ini membantu memulihkan fungsi otot setelah latihan dengan beban yang lebih tinggi. Zona ini juga cocok untuk kembali berlatih setelah berhenti berolahraga dalam waktu yang lama. |
Aerobik dasar 80%-88% | Berlari pada intensitas ini terasa santai dan alami, dengan pernapasan yang stabil, sehingga dapat dipertahankan dalam waktu yang relatif lama. Berlari pada intensitas ini membantu meningkatkan metabolisme oksidatif otot, fungsi jantung, serta kapasitas metabolisme aerobik tubuh. |
Aerobik tingkat lanjut 89%-96% | Berlari pada intensitas ini terasa cukup menantang. Pernapasan menjadi lebih berat, tetapi belum sampai terengah-engah. Tubuh juga dapat dengan cepat menyesuaikan diri dan mencapai kondisi fisiologis yang stabil sehingga sangat cocok untuk latihan lari jarak jauh. |
Ambang laktat 97%-102% | Berlari pada intensitas ini terasa berat, tetapi masih dapat dipertahankan. Pernapasan menjadi lebih cepat, laktat mulai menumpuk dengan cepat, dan tubuh secara bersamaan mempercepat metabolisme zat-zat asam untuk mempertahankan keseimbangan kondisi internal. Latihan pada zona ini membantu meningkatkan toleransi terhadap laktat serta kemampuan tubuh membersihkan laktat. |
Olahraga anaerobik >102% | Berlari pada intensitas ini terasa sangat berat, disertai pernapasan yang sangat berat, sehingga tidak dapat dipertahankan dalam waktu lama. Zona ini umumnya digunakan untuk latihan lari interval intensitas tinggi guna meningkatkan kecepatan maksimum dan kemampuan sprint. |